• Magic Info

    SAVE OUR FOREST, SAVE ORANG UTAN

    Foto ini adalah kondisi kerusakan hutan di Kalimantan Tengah hingga sebagian wilayah Kalimantan Timur. Greenpeace mencatat dari tahun 2000 hingga 2010 setidaknya 141.000 hektar hutan Kalimantan yang juga merupakan habitat Orangutan telah musnah. Hampir di seluruh wilayah Kalimantan Tengah terdapat populasi Orangutan. Berdasarkan data Population and Habitat Viability Analysis (PHVA) terdapat lebih dari 31.300 orangutan (pongo pygmaeus) yang menghuni wilayah Kalimantan Tengah. Penyebab utama musnahnya hutan-hutan ini adalah perkebunan kelapa sawit. BW Plantation dan KLK adalah penyuplai minyak sawit bagi perusahaan kosmetik, deterjen rumah tangga dari Amerika Serikat, P & G (Procter and Gamble). Produknya beredar di 180 negara dan memiliki 4,8 juta pengguna produk. Salah satu produk P &…

  • Moral Stories

    THE FOX AND THE CROW

     A Fox once saw a Crow fly off with a piece of cheese in its beak and settle on a branch of a tree.      “That’s for me, as I am a Fox,” said Master Reynard, and he walked up to the foot of the tree.      “Good day, Mistress Crow,” he cried. “How well you are looking today, how glossy your feathers, how bright your eyes. I feel sure your voice must surpass that of other birds, just as your figure does. Let me hear but one song from you that I may greet you as the Queen of Birds.”      The Crow lifted up her head and began…

  • Articles

    MELATIH DISIPLIN PADA ANAK

    Buat banyak orang tua melatih disiplin merupakan salah satu pembelajaran pada anak yang dirasakan sangat berat (termasuk saya sendiri). Kedekatan emosional kita dengan anak membuat nilai “ngga tega” menjadikan kita lemah dalam menerapkan disiplin pada anak. Membuat kita sulit untuk konsisten terhadap aturan-aturan atau batasan-batasan yang kita buat sendiri. Terkadang anak mencoba mengetes konsistensi kita dengan bujukannya, atau “kemanisannya”, atau dengan “kesedihannya” yang lantas membuat kita menjadi lemah dan berkata “ok kali ini ngga apa-apa” 🙂 Berawal dari “kali ini ngga apa-apa” akan terus berlanjut untuk kali berikutnya. Hal ini kemudian dijadikan anak sebagai senjatanya untuk memanipulasi kita, karena mereka merasa pernah berhasil 🙂 . Jadi kita harus meyakinkan diri…