Articles

IDEALISME UNTUK MEMBESARKAN ANAK SENDIRI (GOLDEN AGE DAN GOLDEN RULES)

Idealisme saya untuk mengasuh anak sendiri dalam arti tidak dibantu oleh orang lain, karena:

Pertama, saya punya target untuk bisa memenuhi program ASI eksklusif, dan itu tercapai. Selama 6 bulan pertama hidup anak saya hanya ASI sebagai intake nya setiap hari (atau bisa dibilang hampir tiap 2 jam, sehingga waktu tidur saya sangat sedikit sekali pada waktu itu, dan karena itu pula berat badan saya pasca melahirkan juga lebih cepat turun kembali normal. Jadi itu memberi efek yang bagus juga buat kita ibu-ibu yang ingin kembali cepat turun berat badannya :)) tanpa tambahan makanan atau minuman apapun. Program ASI eksklusif itu selain memang memiliki kandungan nilai gizi dan memberi antibodi yang sangat baik buat bayi kita, juga koneksi antara kita dan bayi juga menjadi sangat erat, bayi sangat dekat dengan kita baik secara fisik tentunya (dengan skin to skin saat menyusui), dan secara batin, di mana tiap detak jantung kita bisa dirasakan juga oleh bayi saat menempel dengan kita. Di beberapa artikel dikatakan bahwa apabila bayi tidur di atas badan kita akan menjadi tempat yang paling nyaman karena mereka bisa merasakan detak jantung kita, keteraturan napas kita dan kehangatan kita.

Kedua, saya ingin di masa golden age atau usia emas nya saya selalu ada untuk memberikan bimbingan, memberikan jawaban-jawaban yang baik dan terarah atas setiap pertanyaan nya, dan sedini mungkin memberikan life lessons atau pelajaran-pelajaran hidup, moralitas dan etika hidup atau golden rules yang penting buat dasar anak saya di kehidupan mandiri nya kelak. Golden age adalah masa emas tumbuh kembang anak, ini adalah masa di mana anak kita berusia antara 0-5 tahun. Dikatakan golden age karena merupakan usia paling penting dalam tumbuh kembang seorang manusia, di usia ini anak akan menyerap apapun yang kita sampaikan tanpa menyaring atau mengerti mana yang salah dan mana yang benar. Karenanya kita harus hati-hati dalam memberikan informasi dan contoh kepada anak kita, yang nantinya informasi yang diserap akan menjadi pondasi pembentukan karakter, kepribadian dan kemampuan kognitif mereka (pada usia ini perkembangan sel-sel otak anak adalah berkisar 80%, karena itu kita perlu juga memberikan stimulasi-stimualasi yang benar dan sesuai dengan tahapannya, agar perkembangan kognitif anak bisa maksimal), semua informasi yang diserap anak akan tertanam kuat di alam bawah sadar mereka.

Chloe newborn

Perlu juga saya sampaikan bahwa keberhasilan anak kita kelak di hidup nya tidak semata-mata ditentukan oleh bagaimana nilai rapor atau prestasi di sekolah, namun hal-hal seperti kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, kemampuan menganalisis masalah, empati, toleransi, dan soft skills lainnya sangat penting bagi anak. Ini terkait dengan yang saya sampaikan sebelumnya yaitu mengajari anak kita aturan-aturan atau nilai-nilai etika dan moralitas atau Golden rules sedini mungkin. Mengenai golden rules ini akan saya bahas di artikel tersendiri, karena bagi saya golden rules sangat penting dan sangat menarik untuk kita ketahui bersama, betapa nilai-nilai ini akan sangat membantu kita agar tidak perlu terlalu kuatir ketika nanti anak kita menginjak level dewasa dan punya kehidupan sendiri.

Kedua hal tersebut di atas lah yang menjadi alasan kenapa saya bertekad untuk mengasuh anak saya sendiri di usia balitanya. Saya tidak ingin melewatkan usia emasnya dengan tanpa menanamkan hal-hal penting, hal-hal baik sebagai pondasi hidupnya kelak. Saya sendiri mulai bekerja kembali yaitu sebagai marketing property/agent property ketika anak saya berusia hampir 5 tahun. Seperti di artikel awal saya sampaikan bahwa saya memilih pekerjaan ini karena waktu kerjanya yang fleksibel. Saya tidak di inhouse marketing sehingga tidak harus setiap hari masuk kantor (tanpa office hour).

Bagi para ibu yang tidak memungkinkan untuk berhenti bekerja kita bisa menampung ASI dan stocked di dalam kulkas. Tetap lah punya tekad untuk bisa memberikan ASI meskipun tidak secara langsung, sehingga kita tetap melakukan hal-hal yang bisa merangsang agar ASI kita banyak, seperti melakukan breast massage secara teratur, mengkonsumsi  nutrisi yang bisa merangsang kelenjar-kelenjar susu berproduksi lebih banyak, misal sayuran katuk, susu untuk ibu menyusui, dll. Namun apabila kita sudah melakukan berbagai cara, ASI kita tetap tidak maksimal atau tidak bisa mencukupi kebutuhan bayi kita jangan berkecil hati, susu formula juga mengandung gizi yang baik buat bayi. Banyak juga teman-teman kita yang anak-anaknya tidak ASI atau hanya sedikit ASI lalu campur dengan susu formula, tetapi mereka sehat dan pintar-pintar. Yang penting bagaimana kita mendidik mereka dan memberikan stimulasi-stimulasi yang baik sesuai tahapan tumbuh kembangnya. Misal dengan sering mendengarkan musik-musik klasik, memberikan tontonan atau gambar-gambar dengan warna-warna yang cerah dan menarik, dan banyak lagi yang kita bisa cari tau dengan browsing “cara menstimulasi bayi” atau keyword lainnya semacam itu. Lalu bagaimana untuk menyiasati agar ibu-ibu  yang bekerja juga tidak kehilangan moment  untuk mengajarkan golden rules di golden age anak kita? Yuk kita bahas di artikel tentang golden rules sejak dini.

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *