Articles

GOLDEN RULES SEJAK DINI

Di artikel sebelumnya saya sudah menyampaikan tentang pentingnya Golden rules kita ajarkan atau tanamkan sejak dini pada anak-anak kita. Apa sebenarnya Golden rules itu? Istilah dari bahasa Inggris yang kalau diartikan secara harfiah yaitu aturan-aturan emas atau nilai-nilai emas. Di istilahkan sebagai emas karena hal ini merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kehidupan atau bagaimana kita menjalani hidup. Jadi Golden rules adalah nilai-nilai etika yang bisa kita jadikan pedoman untuk menjalani hidup dengan baik dan damai, yang berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, seperti empati, tenggang rasa, menghargai (respect), cinta kasih, sabar, tolong-menolong, tanggung jawab, dll. Contoh dari golden rules antara lain:

  • Treat others the way you want to be treated (perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan)
  •  Always keep your feet on the ground (selalu rendah hati, jangan menjadi sombong)
  • Learn to forgive (belajar untuk bisa memaafkan)
  • Cherish every moment of your life (hargai dan syukuri setiap bagian hidup mu)
  • If it belongs to someone else, get permission to use it (Selalu izin terlebih dahulu bila ingin menggunakan atau meminjam milik orang lain)
  • Be honest especially with yourself (selalu jujur terutama pada diri mu sendiri)
  • Don’t envy. It wastes time and energy (jangan iri, itu hanya membuang waktu dan tenaga mu)
  • Be grateful, Be kind, Help others, etc. (selalu berterima kasih, berbuat baik, menolong orang lain, dan masih banyak lainnya).

Hal-hal di atas penting kita ajarkan dan latih ke anak-anak sejak dini agar tertanam di memory mereka, karena apa-apa yang kita berikan ke mereka pada usia golden age nya akan tersimpan di subconscious atau alam bawah sadar mereka yang kelak akan menjadi pondasi bagaimana mereka bersikap di usia dewasanya.

Nah bagi ibu-ibu yang harus bekerja, anak-anak biasanya diasuh oleh nenek nya, atau baby sitter, atau bila ada saudara yang tinggal bersama di rumah. Kita bisa membuatkan catatan-catatan semacam Do’s and Don’t’s List  buat yang mengasuh anak kita.

Misal:

  • Biasakan/ajarkan anak bilang terima kasih setelah dia diberikan/mendapat sesuatu
  • Biasakan/ajarkan anak untuk meminta dengan sopan, menggunakan kata “tolong” (please)
  • Apabila anak membuat kecerobohon yang menyakitinya (misal masuk ke bawah meja lalu kepalanya terbentur meja), jangan menyalahkan meja nya, tetapi ingatkan anak agar ini menjadi pelajaran buat dia lebih berhati-hati
  • Apabila anak mengambil mainan temannya tanpa izin, minta dia untuk mengembalikan dan bilang maaf, ingatkan juga apa dia mau bila mainannya diambil tanpa izin darinya
  • Dan hal-hal lain yang menurut kita penting untuk kita tanamkan sejak dini agar dapat membentuk moral yang baik pada anak-anak kita.

Hal-hal seperti contoh di atas mungkin sepertinya sepele dan merupakan hal yang sudah sehari-hari kita jalani sehingga tidak perlu dibikin catatan khusus. Gunanya catatan atau list tersebut selain memang kita tujukan kepada orang yang mengasuh anak kita untuk dijadikan guidance, bisa juga sebagai reminder untuk mengingatkan kita, karena manusia akan selalu ada error (human error), apalagi di saat kita sedang lelah. Kita bisa bikin catatan tambahan lainnya juga seperti target, agar kita bisa mengevaluasi dan menandai dengan “checked” apabila target tersebut sudah tercapai. Target tentang apa-apa saja yang ingin kita ajarkan ke anak-anak kita, target sesuai tumbuh kembang anak, dll. Orang tua juga bisa memasang CCTV di rumah untuk mengawasi dari jarak jauh apa saja yang dilakukan anak atau yang dipelajarinya dari yang mengasuh di rumah.

Anak saya saat ini berusia 12 tahun 8 bulan. Mulai memasuki usia remaja atau teenager. Kita bahas yuk bagaimana baiknya  kita sebagai orang tua bersikap atau mempersiapkan diri kita sendiri dan anak kita saat memasuki usia remajanya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *